Warga Lembang Resah Diteror Monyet Ekor Panjang

Warga Lembang Resah Diteror Monyet Ekor Panjang

Warga Lembang Resah Diteror Monyet Ekor Panjang

Warga Lembang Diteror Monyet Ekor Panjang – Warga Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang diresahkan dengan munculnya kawanan monyet ekor panjang.

Monyet-monyet itu berjumlah sangat banyak mungkin mencapai ratusan. biarpun tidak membahayakan, namun warga merasa terganggu dengan kehadiran makhluk berbulu itu.

Tanpa diketahui dari mana asalnya, gerombolan monyet ekor panjang itu menyatroni permukiman warga pada waktu pagi atau sore hari.

Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taufik Hamzah mengatakan, kawanan monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman warga kemungkinan berasal dari habitat aslinya.

“Saya yakin itu dari habitat aslinya, cuma habitat aslinya ini perlu ditelusuri,” ujar Taufik saat dihubungi, Jumat.

Menurut Taufik, habitat asli monyet ekor panjang di kawasan Lembang berada di hutan konservasi, di antaranya kawasan Tangkuban Parahu. Monyet ekor panjang yang masuk ke permukiman warga, kemungkinan berasal dari habitat aslinya di kawasan hutan setempat.

Habitat kawanan monyet itu dimungkinkan juga berada di hutan lindung maupun hutan produksi.

Dalam hal ini kawasan cagar alam Tangkuban Parahu, ke sana kan jauh. Sementara di situ ada kawasan Perhutani, bisa jadi di sana juga ada habitat monyet ekor panjang,” tuturnya.

Seluruh pihak diminta menjaga kawasan hutan yang merupakan habitat monyet ekor panjang

Taufik meminta agar seluruh elemen baik warga, pemerintah daerah, maupun pelaku usaha wisata menjaga kelestarian dan ekosistem alam sekitar.

Agar monyet-monyet tersebut tidak lagi memasuki perkampungan, salah satunya hutan sebagai habitat satwa liar harus terjaga dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Seorang warga setempat, Yusuf Purwanto (43 tahun) mengatakan, kawanan monyet yang kerap mendatangi permukiman warga diperkirakan berjumlah 40 ekor.

Namun, jumlah itu diduga semakin bertambah karena sekelompok monyet berkembangbiak di wilayah itu.

Yusuf berharap, pemerintah daerah ataupun lembaga terkait yang masih peduli pada hewan endemik khususnya habitat monyet ekor panjang.

“Kita berharap agar ekosistemnya tetap terjaga. Mungkin dengan membuatkan ekosistemnya atau dengan cara lain yang penting mereka tetap ada, tapi warga juga tidak terganggu,” kata Yusuf.

Comments are closed.