Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib  – Joseph Robinette Biden Jr. adalah seorang politikus Amerika yang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46. Setelah mengalahkan Donald Trump yang merupakan petahana saat pemilihan umum Presiden Amerika Serikat 2020, dia dilantik sebagai Presiden AS ke-46 pada 20 Januari 2021.

Ia pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 1988 dan 2008 namun mengundurkan diri dalam kedua-dua kesempatan tersebut. Pada 22 Agustus 2008, diumumkan bahwa Barack Obama telah memilih Biden sebagai pasangan bakal calon wakil presidennya dalam pemilihan presiden 2008

Hasil rapat Kongres yang berlangsung mengukuhkan kandidat dari Partai Demokrast Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46. Menanggapi pengesahan Ceme Online IDNPlay tersebut, Presiden AS Donald Trump berjanji akan menjalani transisi pemerintahan dengan tertib.

1. Trump masih kekeh dengan hasil pemilu yang curang

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib 

Melalui pernyataan yang di unggah oleh akun Twitter, Juru Bicara Gedung Putih Dan Scavino, Trump mengatakan bahwa transisi pemerintahan harus tertib meski dia tidak menerima hasil pemilu.

“Meskipun saya sama sekali tidak setuju dengan hasil pemilu, dan fakta mendukung saya, namun akan ada transisi yang tertib pada 20 Januari,” tulis Scavino mengutip pernyataan Trump.

2. Trump mengklaim sebagai presiden terbaik

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib 

Secara tidak langsung, Trump mengklaim bahwa empat tahun yang dia jalani sebagai masa kepresidenan terbaik dalam sejarah Negeri Paman Sam.

“Meskipun ini mewakili akhir masa jabatan pertama terbesar dalam sejarah kepresidenan, ini hanyalah awal dari perjuangan kami untuk Membuat Amerika Hebat Lagi!” sambung Scavino.

3. Demonstrasi terjadi karena provokasi Trump

Trump Tolak Hasil Pemilu tapi Janji Transisi Pemerintahan akan Tertib Agenda rapat Kongres sempat terhenti karena demonstrasi oleh ribuan loyalis Trump berujung ricuh. Mereka menduduki Gedung Capitol dan menyoraki Biden serta Demokrat karena telah merebut periode kedua Trump dengan cara curang.

Dalam berbagai kesempatan, Trump kerap memprovokasi para loyalisnya untuk turun ke jalan. Dan memperjuangkan kemenangan yang di klaim harus menjadi miliknya. Demonstrasi akhirnya menewaskan empat orang dan polisi juga menangkap sekitar 13 perusuh.

Raksasa media sosial Twitter mengambil keputusan untuk mengunci akun Trump selama 12 jam.  Dan Facebook selama 24 jam untuk menghindari provokasi lebih jauh.

Comments are closed.