Tega! seorang Ibu membunuh bayi kandungnya sendiri

Tega! seorang Ibu membunuh bayi kandungnya sendiri

Tega! seorang Ibu membunuh bayi kandungnya sendiri

Tega! seorang Ibu membunuh bayi kandungnya sendiri– Seorang ibu seharusnya menjaga dan merawat anaknya dengan baik. Serta memberikannya kash sayang yang tulus.

Namun tidak seperti seorang ibu warga Desa Getas, Kaloran, Kabupaten Temanggung, jawa tengah ini yang tega membunuh bayinya sendiri.

Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan tersangka membunuh bayi yang baru dilahirkan karena malu.

Sebab bayi tersebut bukan anak dari suaminya yang sah yang kini bekerja sebagai TKI di Malaysia.

Ia menuturkan tersangka tinggal satu rumah dengan mertuanya di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, sedangkan suami tersangka bekerja di Malaysia dan hanya setahun sekali pulang ke Kaloran.

Selama suaminya bekerja di Malaysia, tersangka menjalin hubungan dengan tetangganya hingga tersangka hamil.

Tersangka melahirkan bayi perempuan seberat 3,4 kilogram dan panjang 52 centimeter di kamarnya.

Saat bayi keluar dan menangis tersangka pun panik sehingga mengambil selimut bayi untuk membungkam mulut bayi tersebut, seketika bayi tersebut langsung diam dan berhenti menangis.

Selang satu jam kemudian tersangka berdiri mengambil gunting di atas lemari dan menggunting tali pusar bayi tersebut.

Tersangka sempat melakukan alibi

Tersangka bangun tidur dan hendak ke kamar mandi, sebelum ke kamar mandi tersangka membuka selimut bayi tersebut dan melihat bayinya sudah tidak bergerak dan di bagian wajahnya sudah terlihat hitam.

Selanjutnya pada sabtu pagi tersangka berencana pergi ke Pasar Sumowono dan ke seorang bidan di Sumowono untuk periksa karena merasakan kesakitan di bagian perutnya.

Saat berada di bidan, tersangka mengeluarkan plasenta kemudian menghubungi suaminya dan mengabarkan kalau tersangka pendarahan.

Suami tersangka menyuruh ayahnya untuk menyusul tersangka ke bidan, selanjutnya mertua tersangka membawa plasenta tersebut pulang.

“keluarga tersangka merasa curiga dan mencari keberadaan bayinya dan ditemukan keluarga tersangka di belakang pintu kamar tersangka,” katanya.

Dari hasil wawancara terhadap para saksi dan tersangka diperoleh keterangan bahwa benar bayi tersebut dilahirkan tersangka dan selanjutnya di bungkam mulutnya dengan selimut hingga bayi tersebut meninggal dunia.

“Modus tersangka membungkam mulut bayi dengan selimut dengan tujuan supaya bayi tersebut tidak menangis agar tidak diketahui orang” katanya.

Tersangka dijerat Pasal 342 KUHP dan atau Pasal 341 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Comments are closed.