Referensi Camilan Khas Tulungagung

Referensi Camilan Khas Tulungagung

Referensi Camilan Khas Tulungagung, Oleh-oleh Wajib Nih!

Referensi Camilan Khas Tulungagung – Tulungagung dikenal sebagai daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia yang terletak sekitar 154 kilometer sebelah barat daya Kota Surabaya. Selain dikenal dengan potensi marmernya, Tulungagung juga mempunyai berbagai macam tempat wisata Tulungagung yang menarik dan patut untuk dikunjungi.

Kala berlibur ke suatu daerah, tentunya kamu bakal menyempatkan waktu untuk berburu oleh-oleh. Kebanyakan, buah tangan yang dicari para wisatawan gak jauh dari kerajinan tangan dan kuliner. Makanan ringan misalnya, menjadi salah satu pilihan untuk dibawa pulang. Seperti saat kamu berkunjung ke Tulungagung, Jawa Timur.

Ada beberapa Agen IDN Poker Indonesia sajian khas Tulungagung yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Tak hanya untuk dicicipi di tempat sambil menikmati pemandangan, kamu juga bisa membeli beberapa buat dijadikan oleh-oleh teman dan keluarga tercinta.

Berikut enam referensi camilan khas Tulungagung, Jawa Timur yang harus masuk daftar belanja liburanmu nanti.

Brondong ketan

Brondong ketan boleh dibilang merupakan salah satu kudapan jadul yang berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. Makanan ringan ini terbuat dari gabah ketan yang digoreng dengan abu atau pasir panas. Setelah mengembang dan bersih dari abu, kemudian gabah ketan diberi lelehan gula palem atau gula pasir sebagai perekatnya, baru dibentuk.

Meskipun memakai banyak gula, tapi cita rasa brondong ketan ini gak enek sama sekali. Namum justru bisa mengenyangkan perut.

Enting-enting kacang

Masih mau mencari makanan ringan yang manis-manis? Tenang, di Tulungagung kamu bisa menemukan enting-enting kacang atau biasa disebut pula dengan nama geti. Sesuai namanya, kudapan ini berbahan dasar kacang tanah goreng. Selain itu, ada campuran wijen sangrai dan gula merah.

Cara membuatnya cukup dengan mencampur ketiga bahan tadi dalam satu kuali lalu dimasak hingga gula mencair. Setelah itu cetak bulat dan tunggu mengeras baru deh dikemas. Cocok nih buat teman minum kopi atau teh.

Jenang grendul

Kamu bisa dengan mudah menemukan makanan ini di pasar-pasar tradisional di Tulungagung.

Jenang grendol terbuat dari campuran tepung ketan, tepung beras dan gula merah, yang dibentuk bulat dan kemudian di rebus. Disajikan bersama kuah santan. Sayangnya, meskipun lezat, kamu gak bisa membawa pulang jenang grendul ini karena kuah santannya yang tidak mungkin tahan lama.

Getuk pisang

Sekilas, penampakan getuk pisang Tulungagung ini mirip dengan lontong yang biasa kita temui pada hidangan lebaran. Karena sama-sama dibungkus dengan daun pisang dan dibuat lonjong. Bedanya tentu saja pada isiannya yang menggunakan pisang ambon.

Tekstur getuk pisang ini lumayan keras dan padat, tapi lembut serta manis ketika digigit. Makan satu utuh saja sudah bikin kamu kenyang, lho. Gak masalah deh, kalau mau nambah.

Jenang syabun

Wujud dari jenang syabun ini sekilas mirip dengan dodol Garut. Hanya saja, makanan ringan dengan rasa manis ini terbuat dari campuran tepung beras ketan dan gula pasir. Teksturnya yang licin dan kenyal, membuat kudapan ini sering pula disebut dengan nama jenang licin.

Jenang syabun biasanya dijual dalam bentuk kemasan dan bisa dengan mudah kamu temukan di semua toko oleh-oleh khas Tulungagung. Tertarik mencoba?

Kue sagon

Lanjut ke kudapan tradisional yang selanjutnya, ada kue sagon. Seperti namanya, kue ini terbuat dari bahan dasar tepung sagu yang dicampur dengan tepung ketan dan parutan kelapa dan gula pasir. Kemudian dimasak hingga matang lalu dicetak bentuk bulat.

Aroma dari parutan kelapa membuat siapa saja yang baru pertama kali mencicipi jadi ketagihan dan mau lagi.

Ketika kamu berkesempatan berlibur ke Tulungagung, Jawa Timur jangan lupa untuk menyisihkan waktu buat mencicipi enam rekomendasi kuliner di atas dan membawanya sebagai buah tangan, ya!

Comments are closed.