Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda

Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda

Perilaku Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda, Patut Dicontoh!

Ramah Lingkungan ala Masyarakat Belanda – Mendengar nama negara di atas pasti telinga kita sudah tak asing lagi dengan keramahannya dalam menjaga lingkungan. Sebuah negara yang mengadopsi konsep hijau untuk membangun wilayahnya dan melakukan aktivitas sehari-seharinya.

Mendengar nama Belanda, mungkin kamu langsung teringat kincir angin dengan kebun tulipnya yang memesona. Belanda bahkan menjadi salah satu negara tujuan wisata dan kuliah terfavorit bagi orang Indonesia. Gak sedikit orang yang ingin menginjakkan kakinya di negeri kincir angin ini, mungkin termasuk kamu.

Sebagai negara maju, ada banyak hal yang bisa kamu teladani dari masyarakat Belanda. Salah satu hal tersebut adalah kepedulian warga Belanda terhadap lingkungan. Yuk, simak beberapa hal yang perlu kamu contoh dari orang Belanda.

Sering menggunakan transportasi umum

Selain bersepeda, pilihan mobilitas lain yang juga banyak dimanfaatkan masyarakat Belanda adalah kendaraan umum. Beragam jenis transportasi umum di Belanda, seperti bus, kereta api, tram, bus air, dan lain sebagainya sangat digemari masyarakat untuk bepergian terutama jarak jauh. Kebiasaan pergi dengan kendaraan umum tentu saja sangat baik karena bisa mengurangi kemacetan lalu lintas dan polusi udara.

Menggunakan barang bekas yang masih layak pakai

Kalau memang kondisinya masih dianggap layak, orang Belanda gak akan segan menggunakan barang-barang bekas tersebut. Orang Belanda umumnya gak akan membuang suatu barang kecuali jika barang tersebut dalam kondisi yang benar-benar rusak. Bahkan di Belanda, ada banyak toko dan pasar terbuka yang khusus menjajakan barang-barang bekas (second-hand).

Toko dan pasar tersebut pun gak pernah sepi oleh pembeli. Dengan kualitas yang gak jauh berbeda dengan barang baru, barang bekas bisa kamu dapatkan dengan harga yang jauh lebih murah. Kebiasaan ini pun tentunya berpengaruh positif ke lingkungan karena bisa mengurangi volume sampah.

Belanda Memfokuskan Konsep Hijau

Kebiasaan bersepeda

Penduduk Belanda dikenal sangat gemar bersepeda. Bersepeda gak hanya dipakai untuk kegiatan rekreasi, namun juga dianggap sebagai kegiatan rutin harian. Gak sedikit orang Belanda yang pergi ke kantor atau ke tempat umum dari rumahnya dengan bersepeda. Di Belanda, keberadaan pesepeda sangat dihargai. Bahkan di berbagai kota di Belanda, terdapat lajur khusus pesepeda yang umumnya ditandai dengan aspal berwarna merah.

Selain menghemat biaya transportasi dan mengurangi kemacetan, kebiasaan bersepeda ini tentunya membawa dampak baik terhadap lingkungan karena bisa mengurangi polusi udara dan suara.

Membawa tas atau kantong plastik sendiri saat berbelanja

Saat berbelanja ke pasar, toko, atau supermarket, orang Belanda umumnya akan membawa sendiri tas atau kantong plastik belanjaan mereka dari rumah. Gak seperti di Indonesia, pihak supermarket di negeri itu memang gak memberikan kantong plastik secara cuma-cuma. Kalau kamu lupa membawa tas belanjaan dari rumah dan memang membutuhkan kantong plastik, maka kamu harus membeli kantong plastik tersebut.

Selain bisa menghemat uang, kebiasaan membawa tas belanjaan saat berbelanja tentu saja bisa membawa dampak positif bagi lingkungan. Pencemaran lingkungan oleh limbah plastik pun bisa berkurang.

Gak membuang sampah sembarangan, dan membuangnya ke tempat sampah sesuai jenisnya

Orang Belanda dikenal tertib. Mereka gak akan membuang sampah di sembarang tempat. Coba tengok kalau kamu lagi traveling ke Belanda, kamu akan menemukan lingkungan yang cukup bersih, bukan?

Selain mau menjaga kebersihan lingkungan sekitar, orang Belanda juga akan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah plastik, kertas, dan organik. Dengan memisahkan ketiga jenis sampah tersebut, maka proses daur ulang sampah pun dapat menjadi lebih mudah.

Nah, itulah tadi beberapa kebiasaan warga Belanda yang bisa memberi dampak baik terhadap lingkungan dan perlu kamu tiru. Yuk, tanamkan kebiasaan-kebiasaan tadi, dimulai dari diri sendiri. Semoga menginspirasi, ya!

Comments are closed.