Penjelasan Lengkap Founder Jouska Dituding Rugikan Klien

Penjelasan Lengkap Founder Jouska Dituding Rugikan Klien

Penjelasan Lengkap Founder Jouska Dituding Rugikan Klien

Penjelasan Lengkap Founder Jouska Dituding Rugikan Klien – Perusahaan penyedia jasa keuangan Jouska menjadi buah bibir beberapa waktu belakangan karena dianggap merugikan klien.

Rata-rata, keluhan klien Jouska hampir sama, yaitu Jouska memiliki akses untuk mengelola portofolio investasi mereka ke saham-saham tertentu. Mereka bahkan mengklaim kehilangan ratusan juta gegara hal itu.

CEO dan Founder Jouska, Aakar Abyasa angkat bicara mengenai viralnya keluhan para klien yang merasa ditipu. Sejumlah pengaduan dan curhat akun di Twitter yang mengaku sebagai klien Jouska, telah memunculkan tudingan bahwa perusahaan tersebut mengotak-atik dana nasabah.

Persoalan muncul terkait saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) yang membuat portofolio investasi para klien merah. Saham LUCK tergolong katergori unusual market activity (UMA) di Bursa Efek Indonesia dan dikhawatirkan sebagai saham gorengan. Sedangkan Jouska dituding menggiring penempatan dana investasi klien untuk proses pembelian saham tersebut.

“Secara prinsip Jouska Indonesia itu adalah independen finansial advisor, jadi kami gak punya izin (mengelola dana nasabah), gak bisa transaksi sama sekali,” kata Aakar mengawali penjelasannya dalam wawancara virtual, Kamis.

Menanggapi hal itu, Founder dan CEO Jouska Indonesia, Aakar Abyasa Fidzuno, menegaskan pihaknya tidak pernah memiliki akses yang dimaksud. Bahkan, memaksakan klien memilih produk investasi pun tidak.

“Kami tidak pernah memiliki akses terhadap portofolio klien, karena yang bertanggung jawab ialah klien itu sendiri. Kita sangat jarang merekomendasikan satu produk langsung kepada klien, contohnya untuk asuransi, setidaknya kami memberikan 2 produk sebagai perbandingan,” kata Aakar kepada awak media, Kamis.

Pihahknya juga menyangkal telah mengarahkan pembelian ke produk investasi tertentu. Seperti yang diberitakan, banyak klien yang mengeluhkan portofolio mereka dibelikan saham PT Sentral Mitra Informatik (LUCK).

Jouska sebut perannya hanya memberikan saran keuangan sesuai kebutuhan klien

Aakar menjelaskan, pihaknya memberikan saran keuangan sesuai kebutuhan klien, misalnya terkait dana darurat atau investasi. Menurut Aakar, Jouska hanya mereferensikan investasi legal di bawah pengawasan OJK.

“Maka kami referensikan klien untuk buka account dengan broker atau sales di sekuritas, beberapa ada yang kerja sama dengan kami. Secara teknis dan legal, kami sebagai advisor Jouska tidak bisa melakukan transaksi karena tidak memiliki akses. Justru yg memiliki akses adalah klien, broker atau sales,” ungkapnya.

Jouska mengklaim klien berhak menerima atau menolak rekomendasi Jouska

Apabila mengacu pada perjanjian kontrak kerja, kata Aakar, di pasal 2 tertulis bahwa hak klien adalah menerima atau menolak semua atau sebagian rekomendasi adviser. Artinya, dalam setiap rekomendasi selalu ada diskusi dua arah.

“Keputusan pasti ada di tangan klien.
Dia bisa jual beli atas nama klien sendiri. Klien punya kuasa atas transaksinya. Kami sangat terbuka diskusi dua arah,” kata Aakar.

Jouska mengaku tidak bertindak sebagai manajer investasi

Aakar juga menampik bahwa Jouska juga berperan sebagai Manajer Investasi (MI). Menurut dia, tugas MI adalah melakukan penghimpunan dana. Sementara, dana klien Jouska 100 persen dikelola sendiri.

“MI artinya kan menghimpun dana di satu akun tertentu. Nah, ini yang tidak bisa kami lakukan. Proses yang kami lakukan pure advisory karena dana-dana tersebut tetap di klien,” ujarnya.

Dalam proses konsultasi, jelasnya, pada pertemuan pertama klien akan mengisi data diri dan menjelaskan masalah yang dihadapi. Selanjutnya, klien mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab oleh adviser Jouska.

“Jadi, kami hanya memberikan informasi sampai kliennya puas dan kami jarang berikan rekomendasi langsung. Misal soal asuransi, minimal ada 2-3 produk pembanding. Demikian juga saham-saham,” kata Aakar.

Comments are closed.