Kumpulan Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Kumpulan Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Kumpulan Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Kumpulan Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang – Samurai adalah kata yang berarti menunggu atau menemani seseorang di jajaran masyarakat, dan ini juga sebenarnya dari istilah aslinya dalam bahasa Jepang, kata kerja saburau dan kata benda saburai. Di kedua negara tersebut istilah ini biasanya berarti “mereka yang melayani hadir dekat dengan kaum bangsawan,” kemudian lafal tersebut berganti menjadi samurai.

Menurut Wilson, referensi awal untuk kata “samurai” muncul di Kokin Wakashū (905-914), kekaisaran pertama antologi puisi, selesai pada bagian pertama abad ke-10. Dari abad ke-13 hingga di ambang abad ke-20, para ksatria samurai menjadi salah satu pengaruh terbesar di Jepang. Disewa jasanya oleh para daimyo, mereka menjadi salah satu “senjata” untuk menegakkan kekuasaan para daimyo yang hampir melampaui sang Kaisar Jepang sendiri di masanya!

Sayangnya, saat masa Restorasi Meiji datang pada 1868, samurai pun dibubarkan agar bisa berbaur dengan masyarakat Jepang modern. Meskipun begitu, tidak diragukan bahwa samurai adalah salah satu Club388 Indonesia elemen dalam peradaban Jepang modern. Kisah kepahlawanan para samurai pun tetap dikenang dalam bentuk karya sastra hingga layar kaca dan layar lebar.

1. Miyamoto Musashi, samurai legendaris yang ahli pedang kayu dan besi

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Lahir pada 1584, Miyamoto Musashi (宮本 武蔵) adalah anak dari Shinmen Munisai, seorang samurai legendaris Jepang. Di usia ke-13 saat melawan Arima Kihei, murid salah satu samurai legendaris, Tsukahara Bokuden. Tidak memakai pedang, Musashi membunuh Kihei dengan tongkat kayu.

Sejak itu, Musashi memutuskan untuk mengembara dan berlatih agar menjadi samurai terhebat. Terkenal berseteru dengan keluarga Yoshioka, Musashi kemudian membasmi keluarga Yoshioka hingga 1604.

Dimulai dari Seijuro Yoshioka, Musashi tidak membunuhnya, hanya mematahkan lengannya saja dengan pedang kayu (bokken/木剣). Saudara Seijuro, Denshichiro Yoshioka, tidak senang dan menantang Musashi bertarung hingga mati. Musashi memukul kepala Denshichiro dengan bokken hingga mati.

Kemudian, Musashi memenggal leher kepala klan Yoshioka, Matashichiro Yoshioka, yang baru berusia 12 tahun. Bermain licik, Matashichiro berusaha menjebak Musashi agar bisa dibunuh. Musashi kemudian membantai seluruh bawahan Matashichiro dan klan Yoshioka habislah sudah!

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Di usianya yang ke-28 tahun pada 1612, duel legendarisnya di pulau Ganryujima melawan salah satu samurai terhebat di masanya, Sasaki Kojiro yang dijuluki “Sang Iblis dari Provinsi Barat”, terus dikenang sepanjang masa.

Terkenal datang terlambat ke duel, Kojiro sudah keburu “panas” dengan Musashi. Musashi kemudian membuat bokken dari dayungnya untuk melawan Kojiro. Termakan amarah karena merasa diremehkan, Kojiro gagal menebas Musashi, dan Musashi berhasil meretakkan tengkorak Kojiro hingga ia meninggal.

Di masa tuanya, Musashi tidak lagi mau bertarung dan menjadi pelayan daimyo Kumamoto, Hosokawa Tadatoshi. Menjelang kematiannya pada 1645, Musashi mengasingkan diri ke sebuah gua dan menurunkan ilmunya dalam bentuk buku, “Go Rin no Sho/五輪書” atau “Buku Lima Cincin”, dan “Dokkodo/獨行道” atau “Jalan Kesendirian”.

2. Tomoe Gozen, Leonidas versi wanita dari Jepang

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Muncul di sastra Jepang pada abad ke-14, Tomoe Gozen (巴 御前) adalah sosok onna-bugeisha (seniman bela diri wanita) yang melayani salah satu daimyo terkenal di sejarah Jepang, Minamoto no Yoshinaka, selama Perang Genpei (1180–1185) antara klan Minamoto dan Taira.

Bukan hanya cantik, Tomoe juga adalah pemimpin yang berkarisma. Pada 1182, Tomoe memerintahkan 300 samurai melawan 2.000 samurai dari klan Taira dan berhasil menghalau mereka ke provinsi barat.

Yoshinaka berambisi untuk menduduki Kyoto dan menjadi kepala klan Minamoto yang baru. Akan tetapi, Yoshinaka terbunuh pada Pertempuran Awazu (1184) melawan sepupunya sendiri, Minamoto no Yoritomo. Tomoe tetap setia menemani Yoshinaka, sampai akhirnya ia mati dengan saudaranya, Imai Kanehira

Dalam Pertempuran Awazu, Tomoe sendiri tetap hidup dan lolos dari musuh setelah berhasil memenggal leher musuh-musuhnya! Akan tetapi, setelahnya catatan mengenai Tomoe tidak ditemukan lagi. Sering diperdebatkan keasliannya, kisah kepahlawanan Tomoe terus menginspirasi wanita Jepang.

3. Chushingura, kisah kesetiaan para samurai yang diadaptasi ke “47 Ronin

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Chushingura/忠臣蔵” adalah kisah mengenai kesetiaan samurai terhadap daimyo-nya yang paling diingat oleh masyarakat Jepang dulu hingga kini. Bahkan, kisah Chushingura diadaptasi oleh Hollywood menjadi “47 Ronin” (2012) yang dibintangi Keanu Reeves.

Chushingura menceritakan kisah seorang daimyo daerah Ako, Asano Naganori yang dihukum seppuku karena telah menghunus pedangnya terhadap atasannya, Kira Yoshinaka. Diceritakan saat tengah menyambut utusan dari Kyoto, Kira menghina Asano dengan sangat, sampai ia ingin membunuh Kira.

Menghunus pedang di daerah Istana Edo adalah pelanggaran yang sepadan dengan hukuman mati. Sementara itu, Kira lenggang saja! Karena Asano mati, seluruh samurai bawahannya menjadi ronin (samurai tak bertuan) dan daerah Ako disita oleh keshogunan.

Hendak membalaskan tuannya, samurai dan “tangan kanan” Asano, Oishi Yoshio, membawa 47 ronin untuk membunuh Kira di Edo. Setelah berhasil memenggal leher Kira dan meletakkan kepalanya di makam Asano, Oishi dan 47 ronin menyerahkan dirinya dan dengan rela mati dengan seppuku.

4. Tsukahara Bokuden, samurai yang tak terkalahkan di duel dan perang

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Terkenal di awal zaman Sengoku, Tsukahara Bokuden (塚原卜伝) adalah ahli pedang yang menjadi guru shogun Ashikaga Yoshiteru dan pendiri mazhab seni pedang Kashima Shintō-ryū (鹿島新当流). Ia sering digambarkan bertarung dengan Miyamoto Musashi, padahal ia sudah wafat sebelum lahirnya Musashi.

Mulai menyandang pedang di usia 17 tahun, Bokuden tak terkalahkan di 19 duel dan 37 pertempuran! Korbannya? Sekitar 212 nyawa! Namun, di satu waktu, ia mengalami “pencerahan” bahwa tidak selamanya kekerasan dapat menyelesaikan pertempuran. Jadi, Bokuden menyebut prinsipnya tersebut sebagai Mutekatsu-ryū (無手勝流) atau “menang tanpa tangan”. Bruce Lee pun tahu cerita ini!

Satu waktu, Bokuden ditantang bertarung oleh seorang samurai muda. Karena terus-terusan dihina saat tak mau bertarung pedang, Bokuden akhirnya setuju, dengan syarat mereka bertarung di Pulau Biwa sehingga tidak mengganggu orang lain. Saat sang samurai turun, Bokuden malah kembali berlayar dan berseru,

“Inilah gayaku, menang tanpa pedang!”

5. Date Masamune, sang “Naga Bermata Satu dari Oshu”

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai Jepang

Samurai dan daimyo legendaris yang mendirikan kota Sendai, Date Masamune (伊達 政宗) mengalami masa kecil yang sulit. Lahir pada 1567, penyakit cacar mempengaruhi mata kanannya. Namun, beberapa teori mengatakan bagaimana Masamune kehilangan matanya:

  • Masamune mencungkilnya sendiri agar tidak dimanfaatkan musuh dan menghentikan infeksinya; atau
  • Bawahannya yang setia, Katakura Kagetsuna (片倉 景綱), memutuskan untuk membantu Masamune dengan mencungkil matanya.

Namun, hal tersebut tidak mengecilkan pengaruh Masamune. Pada 14 tahun, ia menjadi panglima, dan tiga tahun kemudian ia mengepalai klan Masamune pada 1584. Dengan ketopongnya yang berbentuk bulan sabit, taktiknya yang cerdas, dan satu matanya, Masamune dijuluki dokuganryū (独眼竜) atau “Naga Bermata Satu” dari Oshu!

Saat ayahnya, Date Terumune, diculik dan terbunuh dalam peperangan dengan klan Nihonmatsu yang dipimpin Nihonmatsu Yoshitsugu (二本松 義継) pada 1585, Masamune membalaskan dendam sang ayah dan membantai klan Nihonmatsu pada Pertempuran Hitotoribashi setahun kemudian.

Kumpulan 10 Kisah Heroik Terkenal Para Samurai JepangPatung Date Masamune di Sendai. commons.wikimedia.org

Pada 1591, Masamune secara enggan memutuskan untuk mendukung Toyotomi Hideyoshi (豊臣 秀吉) dan pindah ke Iwatesama selama 13 tahun. Saat Hideyoshi gagal menduduki Korea dan wafat pada 1598, Masamune memutuskan untuk mendukung Ieyasu Tokugawa.

Ieyasu kemudian menghadiahi Masamune daerah Sendai, menjadikannya salah satu daimyo terbesar di Jepang! Masamune ikut membantu Ieyasu selama Pertempuran Sekigahara dan Pengepungan Osaka melawan klan Toyotomi.

Diketahui mengasihani para misionaris dari Eropa yang disiksa dan tewas di bawah pemerintahan klan Tokugawa, Masamune mengizinkan para misionaris tinggal dan berkembang di provinsinya, Tohoku, dan melepaskan para misionaris yang ditahan. Akhirnya, Masamune wafat pada 1636 di usia 68 tahun.

Comments are closed.