Gejolak Politik Terpanas 3 Negara

Gejolak Politik Terpanas 3 Negara

Gejolak Politik Terpanas 3 Negarainamika politik di berbagai negara terus menggeliat. Seolah tidak ada habisnya, berbagai peristiwa menarik patut dicermati. Beberapa negara yang mengalami gejolak politik, di antaranya, Afghanistan, Hong Kong dan Thailand. Lalu, bagaimanakah situasinya? Berikut ini rangkuman yang akan https://batesmiller.com/ sajikan secara berkala dalam ulasan Gejolak Politik Terpanas di 10 Negara, Sabtu (11/10/2014).

1. Afghanistan

 

Afghanistan merupakan salah satu negara yang memiliki konflik politik sangat besar. Bahkan, konflik di negara yang terletak d Asia Tengah tersebut menimbulkan begitu banyak korban jiwa setelah mendapat serangan dari gerakan Taliban.Kelompok nasionalis Sunni tersebut merupakan pendukung dari Pashtun yang secara efektif menguasai hampir seluruh wilayah Afganistan sejak 1996 sampai 2001.

Kelompok Taliban dbentuk pada September 1994. Gerakan tersebut awalnya mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS) dan Pakistan. Namun, Dewan Keamanan PBB mengecam tindakan kelompok itu karena kejahatannya terhadap warga negara Afghanistan. Taliban dduga melakukan berbagai aksi pelanggaran HAM dAfghanistan.

Afghanistan

Pemerintahan Taliban dgulingkan oleh AS karena dtuduh telah melindungi pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, yang juga dtuduh pihak Washington mendalangi serangan ke menara kembar WTC, New York, pada 11 September 2001.

Pada Oktober sampai November 2001. AS mulai melakukan invasi ke Afghanistan. Serangan mengejutkan tersebut membuat pihak Taliban langsung keluar dari ibu kota Afganistan, Kabul, sehingga pihak AS relatif cepat dan mudah menguasainya.Sampai saat ini Taliban masih sering merepotkan pasukan Pemerintah Afghanistan dan AS dengan melancarkan serangan lewat bom bunuh dri.

 

2. Hong Kong

 

Belakangan ini politik d Hong Kong mulai bergejolak. Kelompok pro-demokrasi yang ddukung mahasiswa menolak pemimpin Hong Kong yang dtunjuk oleh Pemerintah China, Leung Chun-ying. Mereka menuntut kepada Pemerintah China membuat pemilihan umum yang bebas dan adil pada 2017.

Leung menolak mundur. Ia menawarkan perundngan yang dterima mahasiswa dan Occupy Central ÔÇôkelompok yang menggalang unjuk rasa. Beberapa korban mulai berjatuhan setelah terjadi bentrok antara mahasiswa pro-demokrasi dengan kelompok yang mengaku sebagai pendukung China. Federasi Mahsiswa Hong Kong (HKFS) menyatakan pemerintah membiarkan mafia menyerang para peserta aksi damai. Hal itu memutus jalan ke arah dalog. Sampai saat ini, belum terjadi pembicaraan antara para pendemo dengan pemimpin Hong Kong, Leung.

 

3. Thailand

 

Gejolak Politik Terpanas 3 negara ,Gejolak politik juga sedang dalami oleh Thailand. Protes d Negeri Gajah Putih tersebut membara setelah para pengunjuk rasa menolak terpilihnya Yingluck Shinawatra sebagai Perdana Menteri Thailand. Mereka menganggap Yingluck merupakan orang suruhan sang kakak. Pemimpin demonstrasi antipemerintah dThailand, Suthep Thaugsuban, meminta PM Yingluck mundur. Pada 23 Mei 2014, Kepolisian Thailand menangkap Yingluck dan jajaran kabinetnya karena danggap menyalahgunakan kekuasaan.

Kondisi politik negara yang terletak d Asia Tenggara tersebut semakin panas setelah militer Thailand berhasil menguasai pemerintahan d negara tersebut. Jenderal Prayuth Chan Ocha pun terpilih menjadi PM Thailand. Akhirnya Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, memberi lampu hijau kepada otak kudeta pemerintahan sebelumnya untuk menjadi PM.

Comments are closed.